Akhirnya semua datang pada suatu ketika.
suatu ketika momen penting baginya dan melupakan mu saat semua menjadi kemenangannya.
Apakah kau masih seperti dahulu, datang dengan sesederhana hati, merayap dan merapat dengan alasan nurani hati.
atau kah kau sudah keparat saat aku melarat.
Masih kah hatimu bersih setelah mengucap sumpah.
ingatkah yang kau ucapkan saat bersumpah.
Demi Tuhan.
Demi Tuhan.
Demi Tuhan.
Atau kau sudah berganti sumpah.
Sumpah abu-abu, sumpah Anu.!
Beberapa hari yang lalu kau berucap ini aku, percayalah ini aku, dan kamu adalah sebagian diriku.
Tapi kenapa justru ketamakkan dan keasingan yang nampak.
Kau mengabu-abukan ku.
Kau mengkotak-kotakkan ku.
Akhirnya setiap yang berawal harus berakhir.
Kau menelan manis dan bagianku empedu diakhir rasanya.
Sudiang 16.. juni..2017