Rabu, 02 September 2015

seputar penyuluhan

1 Sekolah lapang sebagai metode penyuluhan pertanian mencerminkan ciri pendidikan orang dewasa, sikap kita terhadap petani dan ciri serta fungsi kelompok tani.2) Begitu strategisnya metode sekolah lapang ini sehingga banyak materi penyuluhan disalurkan melalui metode ini dan berpengaruh positip terhadap perubahan perilaku petani.3) Ada beberapa program sekolah lapang yang kita kenal misalnya : SL-UBA ( Sekolah Lapang Usaha Berorientas Agribisnis ); SL-PHT ( Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu ); SL-PTT ( Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu ).
2. Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu
3. Sekolah lapang Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu.
4. Laboratorium Lapangan
5. Pemandu Lapang
6. Pemahaman Masalah dan Peluang ( PMP ) atau Kajian Kebutuhan dan Peluang ( KKP ).
7. Pos Simpul Koordinasi.
8. Rencana Usaha Kelompok
9. Rencana Definitip Kebutuhan Kelompok Tani
10. a.Prinsip-Prinsip PTT.
11. b.Tahapan Penerapan PTT
12. c.Komponen Tehnologi Unggulan PTT
13. d.Peran Komponen tehnologiNo Tehnologi Peran1 Benih unggul Daya kecambah tinggi & seragam, tanaman bermutu sehat perakaran baik, pertumbuhan cepat, tahan thd. h&p, potensi hasil tinggi, mutu hasil baik.2 Penanaman Serentak & jml. Populasi yg. Optimal ; dapat tepat waktu menghindari serangan h&p menekan gulma, pertumbuhan tanaman sehat & seragam, sehingga hasil tinggi.3 Pemberian Prinsip; tepat jumlah, jenis, cara & waktu pupuk aplikasi yg.sesuai dg. Jenis tanaman akan berdasarkan memberikan pertumbuhan yang baik dan kebutuhan & meningkatkan kemampuan tanaman mencapai status hara. hasil tinggi.4 Pengairan yg. Air sbg. pelarut & pengangkut hara dari tanah Efektip & efisien ke bagian tanaman, pemberian air secara tepat sesuai sesuai dg. stadia tanaman menekan terjadinya kebutuhan stres ( kekurangan / kelebihan air shg. Hasil optimal.)
14. 5 Perlindungan Meminimalkan penurunan produksi karena tanaman OPT, dengan sretegi PHT ( tanaman sehat, pengamatan mingguan, pelestarian MA, penggunaan pestisida secara bijagsana, petani ahli PHT).6 Penanganan panen & Dilakukan pada umur & cara yang tepat, pasca panen tanaman dipanen pada saat masak fisioiogis berdasar umur tanaman, kadar air & penampakan visual sesuai dg. diskripsi verietas. Panen dilakukan dg. sistim kelompok dg. peralatan yang cocok & memadai shg mengurang losis. Hasil dikemas dalam wadah dan disimpan ditempat yang aman dari OPT.
15. Komponen tehnologi yange.Pemilihan Tehnologi dipilih petani dalam melaksanakan SL-PTT adalah komponen tehnologi PemilihanPTT. & penetapan tehnologi PTT dilakukan dengan cara PMP / KKP.
16. f.Keuntungan Penerapan Tehnologi
17. Tehnik Pelaksanaan Kunjungan Rumah / Usaha Tani1) Kunjungan dilakukan secara berencana.2) Waktu kunjungan tidak mengganggu kesibukan petani.3) Siapkan (bila mungkin) brosur-brosur, seleberan atau terbitan lain sebagai sumber informasi.4) Bersikaplah ramah, bersahabat dan kekeluargaan, jangan terlalu resmi dan menggurui.5) Membicarakab topik-topik secara bertahap.6) Mencatat: - hasil kunjungan, - - masalah yang sudah dibicarakan, - - masalah yang belum dibicarakan, - - Janji atau pesan-pesan petani.
18. Manfaat dan Hambatan1) Masalah-masalah dapat dipecahkan secara langsung.2) Persahabatan dan kepercayaan mudah dibina.3) Mempercepat proses adopsi.4) Relatip mahal, memakan banyak waktu dan tenaga.5) Petani yang dikunjungi terbatas.
19. Tehnik Pelaksanaan Demonstrasi Cara1) Siapkan materi yang didemonstrasikan.2) Tempat mudah dikunjungi.3) Persiapkan dan periksa tempat, alat dan bahan.4) Beritahukan tempat, waktu dan tujuan demonstrasi se luas-luasnya.5) Tempat diatur sehingga hadirin dapat melihat, bertanya dan berdiskusi.6) Beri kesempatan hadirin untuk mencoba.7) Berikan bahan-bahan yang adahubungannya berupa brosur, leaflet dll.8) Meminta laporan dari para kontak tani.
20. Manfaat Demonstrasi Cara1) Efektip untuk mengajarkan keterampilan.2) Menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri.3) Merangsang kegiatan.4) Mempunyai efek peblitas.
21. Hambatan Demonstrasi Cara1) Tidak semua materi dapat didemonstrasikan.2) Memerlukan banyak persiapan dan perlengkapan disamping membutuhkan penyuluh yang benar-2 terampil dan menguasai masalah.3) Bila demonstrasi berjalan buruk, akan merugikan program penyuluhan pertanian.
22. Tehnik Perencanaan1) Rundingkan dengan orang-orang setempat.2) Kunsultasikan dengan koordinator penyuluh.3) Garis besar rencana perlu ditulis.4) Pemilihan petani-2 demonstrator.5) Pengumuman yang meluas.
23. Tehnik Pelaksanaan Demonstrasi Hasil1) Siapkan bahan dan peralatan.2) Permulaan disaksikan orng-2 setempat.3) Dilapngan beri tanda-2 yang jelas.4) Membantu demonstrator tentang cara mencatat.5) Penegasan kalender kerja demonstrasi.6) Mempublikasikan demonstrasi dan demonstratornya.7) Kunjungan pada demonstrasi yang berhasil.8) Jelaskan bahwa demonstrasi dilakukan oleh demonstrator.9) Susun catatan bukti dan kesimpulan.10) Umumkan hasilnya secara meluas.11) Usahakan adopsi oleh petani lainnya.
24. Manfaat Demonstrasi hasil1) Mempercepat proses adopsi.2) Memperoleh keterangan dan data yang nyata.3) Memberi pengalaman kepeda petugas sehingga pemperbesar keyakinan akan tugasnya.
25. Hambatan Demonstrasi Hasil1) Memerlukan persiapan, pelaksanaan dan pengawasan yang teliti.2) Beaya besar.3) Kadang-2 gagal karena faktor-2 alam.4) Kadang-2 menimbulkanpersaingan yang tidak sehat.
26. Pengertian
27. Tehnik Perencanaan1) Menentukan tempat.2) Menghubungi pejabat setempat.3) Menentukan penitia.4) Merundingkan masalah dengan peserta.5) Menerangkaan secara ringkas obyek yang akan dikunjungi.
28. Tehnik Pelaksanaan1) Pentingkan kelompok2) Berilah kesempatan seluas-2nya pada peserta.3) Membantu membuat catatan-2.4) Mengatur jangan terlalu padat dan membosankan.5) Usahakan adanya rekreasi dan kegembiraan.6) Pada setiap kunjungan peserta diberikan kesempatan menguraikan hasilnya sendiri.7) Usahakan kelompok homogen dan kecil.8) Mengatur ongkos makan, rekreasi dan lain-2 sesuai dengan anggaran.
29. Manfaat1) Memberi ilham dan merangsang petani.2) Menambahkan keakraban.3) Memperluas pandangan.4) Menumbuhkan sikap kepemimpinan.
30. Hambatan1) Relatip mahal.2) Selit memenuhi semua keinginan peserta.3) Bisa frustasi jika acara terlalu padat dan membosankan.4) Sering kali ada hambatan prasarana dan komunikasi.


Selasa, 01 September 2015

jajar legowo



I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Beras merupakan bahan pangan pokok bagi lebih dari 95 persen penduduk Indonesia. Usahatani padi menyediakan lapangan pekerjaan dan sebagai sumber pendapatan bagi sekitar 21 juta rumah tangga pertanian. Selain itu, beras juga merupakan komoditas politik yang sangat strategis, sehingga produksi beras dalam negeri menjadi tolok ukur ketersediaan pangan bagi penduduk Indonesia. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika campur tangan pemerintah Indonesia sangat besar dalam upaya peningkatan produksi dan stabilitas harga beras. Kecukupan pangan (terutama beras) dengan harga yang terjangkau telah menjadi tujuan utama kebijakan pembangunan pertanian. Kekurangan pangan bisa menyebabkan kerawanan ekonomi, sosial, dan politik yang dapat menggoyahkan stabilitas nasional. Dilain pihak terjadi penurunan lahan sawah akibat alih fungsi untuk kepentingan non pertanian, dan produksi sawah irigasi cenderung menurun.
            Rendahnya produktivitas pertanian disebabkan oleh kurangnya ketersediaan teknologi spesifik lokasi dan tingkat adopsi teknologi anjuran yang masih relative rendah. Penerapan teknologi di tingkat petani umumnya dari tahun ke tahun tidak berbeda, sehingga banyak komponen teknologi budidaya padi sawah yang perlu diperbaiki antara lain, penggunaan benih bermutu rendah dan umumnya bersumber dari hasil panen berulang-ulang dan bukan berasal dari varietas unggul, pemupukan yang belum rasional, rekomendasi yang ada tidak diterapkan, pada kemampuan tanah menyediakan hara, terabaikannya penggunaan pupuk organik,  penanganan panen dan pascapanen yang tidak tepat, serta sistem tanam yang kurang beraturan. Sehingga menyebabkan tingginya kehilangan hasil dan rendahnya mutu beras yang dihasilkan.
            Kabupaten Gowa yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan, merupakan daerah otonom secara administrasi memiliki 18 kecamatan dan mempunyai iklim yang sangat beragam. Beberapa bagian wilayahnya merupakan lahan kering iklim basah dan bagian yang lain merupakan lahan kering iklim kering, selain itu sebagai daerah penyangga kota Makassar yang merupakan ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, juga dengan banyaknya daerah-daerah kabupaten lain yang berbatasan secara administratif menjadikan daerah ini sangat potensial dalam pengembangan dan peningkatan sektor perekonomian berbasis pertanian.
            Luas wilayah kabupaten Gowa adalah 1.883,33 km2 yang terdiri dari persawahan 32.174 ha, tegalan/kebun 19.695 ha, hutan rakyat 63.535 ha, ladang 11.089 ha, pemukiman 10.370 ha dan lainnya 149.824 ha. Jumlah penduduk mencapai 594.423 Jiwa, dengan laju pertumbuhan 1,43 %, sedangkan penduduk usia produktif mencapai 63,18 % (Anonim, 2012).
            Tidak menutupi kemungkinan jumlah pertumbuhan penduduk di Kabupaten Gowa, dari tahun ke tahun akan mengalami peningkatan, hal ini akan berdampak pada ahli fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman atau industri yang dapat menyebapkan penurunan pendapatan produksi pertanian.
            Keberhasilan suatu daerah pembangunan dipedesaan dapat dilihat dari tingkat pendapatan petani, tingkat adopsi teknologi serta keterlibatan petani dalam proses pembangunan pertanian apakah meningkat, tanpa teknologi inovasi dan peran aparat dilapangan yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan sistem administrasi dan kinerja aparatur atau unsur pelaksana tugas lapangan.
             Untuk meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani serta menciptakan sistem usahatani padi yang berkelanjutan demi mencukupi kebutuhan konsumsi dalam suatu masyarakat, perlu penataan kembali sistem penanaman padi sawah yang ada selama ini, dengan mengikuti adopsi inofasi teknologi, yang mampu meningkatkan usahatani yang telah direkomendasikan dari Dinas Pertanian. Badan Pengembangan dan Penelitian telah banyak mengeluarkan rekomendasi untuk diaplikasikan oleh petani. Salah satu rekomendasi ini adalah, penerapan sistem tanam yang benar dan baik melalui pengaturan jarak tanam yang dikenal dengan sistem tanam jajar legowo.
Berdasarkan  uraian dari latar belakang yang telah dipaparkan, maka penulis termotivasi untuk melakukan  penelitian  dengan judul Penerapan  Sistem Tanam Jajar Legowo Terhadap Peningkatan Produksi Tanaman Padi Sawah Di Desa Bungaejaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.




1.2  Rumusan Masalah
            Berdasarkan pada uraian latar belakang yang telah dikemukakan, yang  menjadi  permasalahan penelitian yaitu:
1.      Apakah penerapan sistem tanam jajar legowo, dapat meningkatkan produksi tanaman padi sawah di Desa Bungaejaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa?
2.      Apakah ada perbedaan produksi dan pendapatan petani yang menggunakan sistem tanam jajar legowo dengan sistem tanam non jajar legowo di Desa Bungaejaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa?

1.3  Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
            Tujuan dari penelitian ini adalah.
1.      Menganalisis apakah sistem tanam jajar legowo mampu meningkatkan produkuksi tanaman padi sawah di Desa Bungaejaya Kecamatan Pallangga kabupaten Gowa.
2.      Menganalisis perbedaan pendapatan petani berdasarkan sistem tanam jajar legowo dengan sistem tanam non jajar legowo yang sebelumnya pernah dilakukan petani padi sawah di Desa Bungaejaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.
                         

            Kegunaan dari penelitian.
            Kegunaan yang diharapkan dari hasil penelitian yang penulis lakukan   adalah        sebagai berikut:
1.      Diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumber informasi bagi penulisan  penelitian.
2.      Diharapkan penelitian ini bisa membangun silaturahmi yang baik antara peneliti dan petani padi di Desa Bungaejaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.