Jumat, 08 September 2017

Ditolak bertubi-tubi

Aku pernah cinta kepada gadis yang hobinya mendaki gunung, karena ia merasa kuat,  ia hempaskan aku.
Karena sakit hati, aku ke pantai dan jatuh cinta dengan gadis pantai, tapi cinta gadis pantai seperti ombak pasang menyapu,  menggulungku mendamparkan aku ke tak pastian cinta.
Aku pulang.
Aku jatuh cinta dengan gadis desa tapi ia meninggalkanku ke kota, ku susul ia namun gadis desa tak lagi sama, aku nelangsa.
Aku terasingkan dikota dan jatuh cinta dengan gadis kota tapi cinta gadis kota terlalu mahal, aku kere aku kalah.
Hingga aku coba ikhtiar dan jatuh cinta kepada gadis yang ahli agama, tapi ia menolak lantaran aku kurang wawasan tentang agama.
Aku ke perpustakaan mencari buku tentang agama untuk menambah wawasan ku tentang agama, tapi tetap saja gadis ahli agama menolak.
Aku  jatuh cinta dengan gadis gemar membaca buku, tapi yang aku dapat  bahasa cinta tak pernah bisa bertemu bahasa program KB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar