8 tahun yang lalu.
seorang anak lelaki remaja marah karena meminta uang kepada ibunya. Ia marah lantaran diberi uang yang jumlahnya tak cukup dengan apa yang ia minta.
Sudah sehari penuh anak mudah itu menggerutu dalam melakoni pekerjaannya.
Sampai ayah dari anak muda itu memperhatikan ada yang tak biasa dengan sikap anaknya.
Sang ayah tak tahu kalau anaknya marah karena tak diberi uang yang sesuai dengan yang ia minta.
Mungkin ibunya merahasiakannya.
Sang ayah pun menghampiri anaknya dan bertanya, apa gerangan dengan tingkah laku mu kallolo (anak muda)?
kenapa seharian ini muka mu terlihat masam, pekerjaan mu berantakan.?
Tapi anak muda itu diam saja ia tak mengeluarkan sepata kata pun untuk menjawab pertanyaan ayahnya.
Lalu dengan nada yang serius sang ayah pun berkata.
Hai kallolo (anak muda) siapa ana' dara (anak gadis) yang membuatmu seperti itu cepat bilang nanti bapak lamarkan!
Mendengar ucapan yang disampaikan oleh ayahnya anak mudah itu yang tadinya marah langsung berubah ekspresi. Wajahnya memerah sekalipun anak itu hitam😁.
Ia yang tadinya menggerutu, kini mau tertawa pun malu.
Bapak.. Ayah.
Kalau saja ucapan 8 tahun yang lalu masih berlaku untuk hari ini, akan aku sebutkan siapa wanita itu.
Tapi sepertinya tidak pak, aku tak ingin menambah bungkuk beban hidupmu.
Biarlah bujangmu ini yang berusaha.
Dan untukmu ibu.
Maafkan anakmu ini, yang waktu itu meminta uang sekalipun aku tahu ibu tak punya uang sebanyak yang aku minta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar